Kehamilan pada wanita dengan lupus, khususnya yang menderita lupus nefritis (LN) meningkatan risiko komplikasi kehamilan. Wanita dengan LN aktif pada saat konsepsi berisiko tinggi untuk mengalami efek buruk bagi ibu maupun janin. Studi terbaru menunjukkan bahwa meski status aktivitas penyakit Lupus rendah, faktor-faktor seperti hipertensi dan antikoagulan positif dapat menjadi prediktor hasil kehamilan yang lebih buruk. Oleh karena itu, evaluasi pra-konsepsi sangat penting untuk memastikan bahwa kehamilan yang direncanakan, aman dan tepat waktu, serta untuk memfasilitasi perencanaan yang tepat guna mengoptimalkan regimen obat, menghentikan penggunaan agen teratogenik, dan mengobati penyakit yang aktif. Selain itu, LN yang sudah ada sebelumnya memiliki kaitan dengan tingkat preeklamsia yang lebih tinggi serta sindrom HELLP. Wanita dengan lupus dan LN sebelumnya dapat menjalani kehamilan yang berhasil, tetapi pendekatan multidisiplin dengan pemantauan yang ketat sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal.

Tujuan Tinjauan naratif ini bertujuan untuk memberikan pembaharuan yang komprehensif mengenai interaksi kompleks antara LN dan kehamilan, serta memberikan wawasan untuk panduan praktik klinis dan penelitian di masa depan.

Metode Pencarian literatur yang komprehensif dilakukan menggunakan basis data elektronik, termasuk PubMed, MEDLINE, Scopus, dan Web of Science. Pencarian ini mencakup artikel yang diterbitkan dari Januari 2000 hingga Juni 2024 untuk memastikan inklusi studi terbaru. Kata kunci dan istilah berikut digunakan untuk mengidentifikasi studi yang relevan: “LN”, “SLE”, “kehamilan”, “luaran kehamilan”, “luaran perinatal”, “fungsi ginjal”, “hipertensi”, “abortus”, “preeklamsia”, “Intrauterin growth retardation (IUGR)”, dan “bayi lahir mati”. Operator Boolean (AND, OR) digunakan untuk menyaring hasil pencarian. Selain itu, daftar referensi dari artikel yang dipilih disaring secara manual untuk mengidentifikasi studi yang relevan.

Kesimpulan Wanita dengan lupus dan memiliki riwayat LN dapat memiliki kehamilan yang aman dan berhasil dengan pemantauan yang teliti. Perencanaan pra-konsepsi yang cermat, manajemen kehamilan berisiko tinggi, dan pemantauan ibu serta janin sangat penting untuk hasil yang baik. Perawatan multidisiplin antara dokter kandungan, ahli ginjal, ahli reumatologi, dan spesialis lainnya sangat penting untuk mencapai hasil yang baik.

Tinggalkan komentar

Trending