Berdasarkan hasil studi terbaru yang terpublikasi di The Journal of Rheumatology mengungkapkan bahwa Renal Activity Index for Lupus (RAIL) berpotensi sebagai prediktor respon terapi pasien dewasa dengan lupus nefritis. Studi ini mengevaluasi skor RAIL pada pasien dewasa dengan lupus nefritis aktif.

Skor RAIL merepresentasikan suatu panel biomarker yang terdiri atas enam biomarker protein urin untuk lupus nefritis yaitu: neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL), monocyte chemoattractant protein-1 (MCP-1), kidney injury molecule-1 (KIM-1), seruloplasmin, adiponectin, dan hemopeksin. Skor RAIL adalah suatu pemeriksaan non-invasif yang biasa digunakan pada pasien anak dengan lupus nefritis dalam hal monitoring terapi untuk menilai aktivitas inflamasi ginjal. Enam biomarker yang digunakan pada RAIL ini merefleksikan mekanisme patofisiologi lupus nefritis dan proses inflamasi ginjal yang tengah berlangsung.

Melalui penelitian terbaru ini, skor RAIL dapat membedakan kondisi lupus nefritis aktif dan memprediksi respon terapi pada pasien dewasa. Meskipun saat ini terapi pada pasien lupus sudah sangat berkembang, tetapi kondisi lupus nefritis tetap menjadi perhatian serius karena salah satu komplikasi utama yang berdampak pada mortalitas dan morbiditas pasien.

Penelitian ini menganalisis sampel urin 240 pasien dewasa dengan lupus nefritis aktif yang dikumpulkan hingga minggu ke-52 penelitian. Subjek penelitian merupakan individu yang sudah terkonfirmasi lupus nefritis melalui biopsi. Skor RAIL kemudian dihitung dan dibandingkan dengan urine protein to creatinine ratio (UPCR), eGFR, dan renal response stases (complete, partial, atau no response). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RAIL mampu memprediksi renal response stase di masa mendatang pada pasien dewasa dengan lupus nefritis. Melalui penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa skor RAIL merupakan alat non-invasif yang efektif dalam menilai aktivitas penyakit ginjal dan respon terapi pada pasien dewasa dengan lupus nefritis.

Oleh karena itu, temuan pada penelitian tersebut menyoroti potensi penggunaan RAIL untuk mendukung pengambilan keputusan dalam menatalaksana pasien dengan lupus nefritis. RAIL berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap biopsy ginjal berulang yang tentunya invasif dan mahal.

Meskipun menjanjikan. Implementasi RAIL di Indonesia masih menghadapi beberapa tantagan, seperti: fasilitas yang dapat memeriksa seluruh biomarker RAIL masih terbatas dan hanya terkonsentrasi di pusat rujukan besar, Secara keseluruhma, RAIL score merupakan inovasi yang menjanjikan dalam tatalaksana lupus nefritis.

Referensi

  1. O’Connor SK, Devarajan P, Liu J, Maldonado MA, Sproles A, Rose J, Thornton S, Chen C, Huang B, Brunner HI. The Renal Activity Index for Lupus: Validation for Prediction of Kidney Inflammation in Adult Patients with Lupus Nephritis. The Journal of Rheumatology. 2025 Nov 15.
  2. Brunner HI, Cody EM, Devarajan P, Huang B, Chen C, Sinibaldi D, Ramaswamy M, Knagenhjelm J, Jones F, Brohawn PZ, Tummala R. The Renal Activity Index for Lupus Identifies Active Renal Disease and Treatment Response in Adult Patients With Systemic Lupus Erythematosus and Lupus Nephritis. Arthritis Care & Research.
  3. Omer MH, Shafqat A, Ahmad O, Nadri J, AlKattan K, Yaqinuddin A. Urinary biomarkers for lupus nephritis: a systems biology approach. Journal of Clinical Medicine. 2024 Apr 18;13(8):2339.
  4. Lupus Foundation of America. New research shows that the Renal Activity Index for Lupus could help predict treatment response in adults living with lupus nephritis. Lupus news; 8 Dec 2025.

Tinggalkan komentar

Trending