Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan pasien perempuan usia subur. Jawabannya tidak langsung ya atau tidak karena kondisi setiap pasien berbeda. Namun, secara umum jawabannya: ya, bisa hamil dengan syarat yang harus dipenuhi dan pemantauan ketat selama kehamilan berlangsung.

Apakah lupus memengaruhi kesuburan?

Lupus tidak menyebabkan kemandulan. Beberapa faktor bisa memengaruhi kesuburan: aktivitas penyakit lupus yang tinggi, keterlibatan ginjal yang berat pada pengobatan, dan beberapa obat imunosupresan tertentu, contohnya siklofosfamid, yang memang diketahui berpengaruh pada fungsi ovarium. Jika Anda merencanakan kehamilan, perlu adanya diskusi dengan reumatolog sejak awal agar pilihan terapi dapat disesuaikan.

Apa risiko kehamilan pada pasien lupus?

Kehamilan pada pasien lupus masuk kategori kehamilan risiko tinggi. Bukan berarti tidak bisa dilakukan tetapi perlu persiapan yang lebih matang dan pemantauan yang lebih intensif. Sebuah tinjauan komprehensif yang diterbitkan pada 2024 merangkum risiko-risiko utama yang dihadapi ibu dengan Lupus Eritematos Sistemik (LES)/ Systemic Lupus Erythematosus (SLE):(1)

  • Flare lupus selama kehamilan atau setelah melahirkan
  • Preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan) dengan risiko lebih tinggi dari ibu hamil biasa
  • Pada pasien yang memiliki antibodi antifosfolipid: risiko keguguran berulang dan penggumpalan darah
  • Lupus neonatal
  • Kelahiran premature
  • Melahirkan dengan cesar
  • Pertumbuhan janin terhambat dan bayi kecil masa kehamilan

Risiko dari pihak bayi juga perlu diketahui. Pada ibu yang memiliki antibodi anti-Ro/SSA atau anti-La/SSB, ada kemungkinan kecil bayi mengalami neonatal lupus, termasuk blok jantung kongenital yang memerlukan pemantauan ekokardiografi janin secara berkala. Namun, kondisi ini terjadi hanya pada sebagian kecil kasus dan bisa dipantau sejak dini.(1)

Kapan waktu yang tepat untuk hamil?

Terdapat konsensus luas di antara para ahli reumatologi bahwa kehamilan harus direncanakan saat penyakit dalam kondisi remisi atau aktivitas rendah selama minimal enam bulan sebelum konsepsi. Studi yang diterbitkan di American Journal of Obstetrics and Gynecology menegaskan bahwa perencanaan kehamilan, konseling pra-konsepsi, dan pengelolaan multidisiplin adalah kunci untuk meminimalkan komplikasi.(2)

Artinya: kehamilan yang tidak direncanakan atau yang terjadi saat penyakit sedang aktif membawa risiko yang jauh lebih tinggi, baik untuk ibu maupun bayi.

Obat apa yang aman selama kehamilan?

Tidak semua obat lupus aman untuk janin tetapi bukan berarti semua obat harus dihentikan.

Hydroxychloroquine (HCQ)

Kelanjutan konsumsi obat ini justru disarankan selama kehamilan. Data yang ada menunjukkan bahwa HCQ aman untuk janin dan secara aktif membantu menekan aktivitas penyakit selama kehamilan. Menghentikan HCQ justru meningkatkan risiko flare.(1)

Kortikosteroid dosis rendah

Dapat digunakan dengan pemantauan, terutama untuk mengendalikan flare ringan hingga sedang.(1)

Yang harus dihindari

Metotreksat, mikofenolat mofetil, leflunomide, siklofosfamid, belimumab, dan rituximab adalah obat yang tidak boleh digunakan selama kehamilan karena bersifat teratogenik. Jika Anda sedang mengonsumsi salah satu dari ini, segera konsultasikan ke dokter reumatolog untuk diskusi lebih lanjut, idealnya obat akan diganti. Datang beberapa bulan sebelum kehamilan.(1)

Siapa yang harus memantau kehamilan saya?

Kehamilan pada pasien lupus membutuhkan tim dan bukan hanya satu dokter. Panduan dari Society for Maternal-Fetal Medicine merekomendasikan kolaborasi aktif antara reumatologis, dokter kandungan spesialis fetomaternal (jika tersedia), dan neonatologis.(2) Pemantauan yang lebih sering dibanding kehamilan biasa adalah standar, bukan pengecualian.(3)

Apakah saya bisa menyusui setelah melahirkan?

Ibu dapat menyusui, pada umumnya, dengan penyesuaian obat. Sesuai dengan penelitian yang ada, HCQ dianggap aman untuk menyusui. Namun, beberapa obat lain perlu dievaluasi kembali. Perlu diingat sekali lagi bahwa menyusui dalam keadaan lupus memerlukan diskusi dengan reumatolog dan dokter kandungan sebelum melahirkan agar rencana terapi pasca melahirkan sudah siap.(3)

Kehamilan dengan lupus bukan sesuatu yang harus dihindari selamanya. Namun, ia memerlukan persiapan, tim dokter yang tepat, dan waktu yang tepat. Keputusan untuk hamil adalah keputusan yang sangat personal. Dokter Anda adalah mitra terbaik untuk membuatnya dengan informasi yang lengkap.

Ada pertanyaan lain seputar lupus dan kehamilan? Kirimkan melalui fitur Tanya Reumatolog di website ini.

Referensi

1.      Gamba A, Zen M, Depascale R, Calligaro A, Gatto M, Iaccarino L, et al. Modern management of pregnancy in systemic lupus erythematosus: From prenatal counseling to postpartum support. J Clin Med. 2024;13(12).

2.      Silver R, Craigo S, Porter F, Osmundson SS, Kuller JA, Norton ME. Society for Maternal-Fetal Medicine Consult Series #64: Systemic lupus erythematosus in pregnancy. Am J Obstet Gynecol [Internet]. 2023;228(3):B41–60. Available from: https://doi.org/10.1016/j.ajog.2022.09.001

3.      Nahal SK, Selmi C, Gershwin ME. Safety issues and recommendations for successful pregnancy outcome in systemic lupus erythematosus. J Autoimmun [Internet]. 2018;93(July):16–23. Available from: https://doi.org/10.1016/j.jaut.2018.07.016

Tinggalkan komentar

Trending