Jika Anda bertanya kepada orang awam siapa yang terkena lupus, mungkin jawabannya hampir pasti: perempuan dengan usia muda. Jawaban ini tidak sepenuhnya salah tetapi jauh dari lengkap. Hal ini berpotensi menyebabkan lupus tidak terdeteksi pada kelompok yang tidak masuk dalam gambaran stereotipe tersebut.
Faktanya: lupus memang lebih umum pada perempuan, tapi bukan hanya perempuan
Rasio perempuan terhadap laki-laki pada SLE memang sekitar 9:1 dan ini adalah salah satu karakteristik epidemiologi yang paling mencolok dari penyakit ini.(1) Predominansi perempuan ini terkait erat dengan faktor hormonal, genetik, dan kromosomal yang masih terus diteliti.
Angka 9:1 itu berarti satu dari sepuluh pasien lupus adalah laki-laki. Dalam konteks penyakit dengan jutaan penderita di seluruh dunia, angka tersebut bukanlah jumlah yang kecil. Di Indonesia sendiri, dengan populasi yang besar, ada puluhan ribu laki-laki yang hidup dengan lupus.
Lupus pada laki-laki: lebih jarang tapi lebih berat
Data dari tinjauan yang diterbitkan pada tahun 2025, mencakup lebih dari 80 publikasi dari 2015 hingga 2024, menemukan pola yang konsisten: laki-laki dengan SLE cenderung terdiagnosis pada usia yang lebih tua dan mengalami manifestasi yang lebih berat. Mereka lebih sering mengalami lupus nefritis, serositis, antiphospholipid syndrome, dan kerusakan organ yang lebih signifikan dibandingkan perempuan.(2)
Keterlambatan diagnosis pada laki-laki juga lebih umum karena sebagian dokter dan pasien tidak mengira laki-laki bisa terkena lupus. Ini adalah konsekuensi nyata dari mitos yang beredar.
Lupus tidak hanya menyerang usia 15-44 tahun
Memang benar bahwa puncak insiden pada perempuan adalah di usia reproduktif (sekitar 20-30 tahun). Namun, ini bukan berarti lupus tidak dapat muncul di luar rentang usia itu.
Lupus onset anak dan remaja (pediatric lupus)
Sekitar 15-20% kasus SLE pertama kali didiagnosis sebelum usia 18 tahun. Lupus pediatrik cenderung lebih aktif dan lebih sering terjadi perburukan ginjal dibandingkan lupus onset dewasa. Sehingga, jenis lupus ini memerlukan penanganan yang lebih agresif sejak awal. (3)
Lupus onset akhir (late-onset lupus)
Lupus yang baru muncul setelah usia 50 tahun juga ada dan tidak jarang. Pada kelompok ini, manifestasinya bisa berbeda: lebih sering muncul dengan pleuritis, perikarditis, dan gejala konstitusional seperti penurunan berat badan dan kelelahan, yang terkadang lebih mirip gejala keganasan daripada penyakit autoimun. Data dari berbagai penelitian kohort menunjukkan bahwa pada usia di atas 50 tahun, rasio perempuan terhadap laki-laki mulai mendekati 2:1, jauh lebih seimbang daripada kelompok usia muda.(3)
Ras dan etnis juga berperan
Lupus tidak memiliki distribusi yang merata di semua kelompok populasi. Data dari CDC Amerika Serikat menunjukkan bahwa lupus lebih umum dan lebih berat pada perempuan kulit hitam, Hispanik, Asia, dan penduduk asli Amerika dibandingkan perempuan kulit putih.(1)
Di Asia, termasuk Indonesia, SLE diketahui memiliki prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan populasi Kaukasia dengan manifestasi yang cenderung lebih berat. Jika Anda merupakan pasien SLE, Anda sebenarnya berada di kelompok yang memerlukan kewaspadaan lebih.
Mengapa mitos ini berbahaya?
Ketika lupus hanya dikaitkan dengan perempuan muda, yang dapat terjadi adalah:
- Laki-laki dengan gejala lupus tidak terpikirkan untuk diarahkan ke pemeriksaan autoimun
- Perempuan di atas 50 tahun tidak terdiagnosis karena dokter mengira ini bukan lupus
- Pasien laki-laki bisa memerlukan waktu lebih lama untuk mendapat diagnosis. Sementara, kerusakan organ terus berlangsung
- Persepsi yang salah bisa membuat pasien laki-laki enggan mencari pertolongan karena merasa kondisinya ‘bukan lupus’
Lupus adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, perempuan maupun laki-laki, muda maupun tidak lagi muda. Yang membuat perbedaan nyata adalah seberapa cepat diagnosis ditegakkan dan seberapa tepat penanganan yang diberikan.
Ada pertanyaan tentang lupus pada laki-laki atau kelompok usia lain? Kirimkan melalui fitur Tanya Reumatolog di website ini.
Referensi
- Centers for Disease Control and Prevention. People with lupus [Internet]. Atlanta (GA): Centers for Disease Control and Prevention; 2024 May 15 [cited 2026 Jun 19]. Available from: https://www.cdc.gov/lupus/data-research/index.html
- Albrecht K, Troll W, Callhoff J, Strangfeld A, Ohrndorf S, Mucke J. Sex- and gender-related differences in systemic lupus erythematosus: a scoping review. Rheumatol Int. 2025;45(7).
- Pons-Estel GJ, Alarcón GS, Scofield L, Reinlib L, Cooper GS. Understanding the epidemiology and progression of systemic lupus erythematosus. Semin Arthritis Rheum. 2010;39(4):257.





Tinggalkan komentar