Nefritis lupus (lupus nephritis/LN) merupakan komplikasi serius dari Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang ginjal, dan selama ini ditangani terutama dengan obat penekan sistem imun (imunosupresan). Namun, sebuah tinjauan naratif terbaru yang dipublikasikan di jurnal Drugs pada Mei 2026 mengingatkan bahwa mengendalikan peradangan saja ternyata tidak cukup. Banyak pasien tetap mengalami kebocoran protein pada urine (proteinuria) atau penurunan fungsi ginjal secara bertahap, meski peradangan sudah terkendali.
Data yang dirangkum dalam tinjauan ini menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi pasien nefritis lupus. Nefritis lupus dilaporkan memengaruhi sekitar 40–60% pasien SLE dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis (PGK) serta kematian dini. Selain itu, pasien LN juga memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Tinjauan ini menyoroti bahwa selain terapi untuk mengendalikan sistem imun, perlu juga diarahkan untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap ginjal dan sistem kardiovaskular, atau dikenal sebagai pendekatan kardiorenal (cardiorenal protection).
Salah satu kelompok obat yang banyak mendapat perhatian adalah penghambat sodium-glucose cotransporter-2 (SGLT2 inhibitor/SGLT2i). Obat yang awalnya dikembangkan untuk diabetes ini terbukti mampu memperlambat perburukan penyakit ginjal pada berbagai penelitian pasien penyakit ginjal kronis, bahkan pada mereka yang tidak menderita diabetes.
Pada pasien nefritis lupus, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas, beberapa penelitian berskala kecil menunjukkan bahwa penggunaan SGLT2 inhibitor sebagai terapi tambahan dapat menurunkan proteinuria residu hingga sekitar 50% pada pasien yang penyakitnya telah stabil dengan terapi imunosupresif. Temuan ini menunjukkan potensi obat tersebut dalam membantu melindungi fungsi ginjal.
Selain SGLT2 inhibitor, tinjauan ini juga membahas potensi agonis reseptor GLP-1 dan antagonis reseptor mineralokortikoid nonsteroid (finerenone). Kedua kelompok obat tersebut diduga mampu mengurangi peradangan kronis, stres oksidatif, serta pembentukan jaringan parut (fibrosis) pada ginjal dan jantung. Namun, hingga saat ini bukti khusus pada pasien nefritis lupus masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
Di sisi lain, terapi yang telah lama digunakan seperti ACE inhibitor atau ARB tetap menjadi bagian penting dalam tatalaksana nefritis lupus, terutama pada pasien dengan proteinuria. Pengendalian tekanan darah hingga di bawah 130/80 mmHg, penggunaan statin pada pasien yang berisiko tinggi, serta perubahan gaya hidup seperti membatasi konsumsi garam dan berhenti merokok juga tetap menjadi komponen penting dalam menjaga kesehatan ginjal dan jantung.
Meski hasil berbagai penelitian ini menjanjikan, para penulis mengingatkan bahwa obat-obatan pelindung kardiorenal bukanlah pengganti terapi imunosupresif. Sebaliknya, terapi tersebut dipandang sebagai pelengkap yang bekerja melalui mekanisme berbeda sehingga dapat membantu memperlambat kerusakan organ dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Tinjauan ini menegaskan pergeseran cara pandang terhadap nefritis lupus: bukan hanya sebagai penyakit autoimun, tetapi juga sebagai bentuk penyakit ginjal kronis dengan risiko kardiovaskular tinggi yang perlu ditangani secara menyeluruh. Obat-obatan seperti penghambat SGLT2, agonis GLP-1, ns-MRA, dan penghambat RAAS menunjukkan potensi besar sebagai pelengkap terapi imunosupresif untuk melindungi fungsi ginjal dan jantung jangka panjang. Meski demikian, penerapannya pada pasien nefritis lupus tetap memerlukan pengawasan dokter spesialis reumatologi dan nefrologi, mengingat sebagian besar bukti masih diekstrapolasi dari populasi lain dan uji klinis khusus pada pasien nefritis lupus masih sangat dibutuhkan.
Referensi
Capon IM, Sandino-Pérez J, Galindo M, Morales E. Emerging Cardiorenal Protective Therapies in Lupus Nephritis. Drugs. 2026;
Teoh STY, Yap DYH, Yung S, Chan TM. Lupus nephritis and chronic kidney disease: a scoping review. Nephrology. 2025;30(1):e14427. https://doi.org/10.1111/nep.14427.
Farinha F, Barreira S, Couto M, Cunha M, Fonseca D, Freitas R, et al. Risk of chronic kidney disease in 260 patients with lupus nephritis: analysis of a nationwide multicentre cohort with up to 35 years of follow-up. Rheumatology. 2025;64(3): 1201-9. https://doi.org/10.1093/rheumatology/keae236.
Morales E, Galindo M. SGLT2 inhibitors in Lupus Nephropathy, a new therapeutic strategy for nephroprotection. Ann Rheum Dis. 2022;81(9):1337-8. https://doi.org/10.1136/annrheumdis-2022-222512.





Tinggalkan komentar