Glukokortikoid masih menjadi andalan dalam terapi Lupus Eritematosus Sistemik (LES), karena mekanisme kerjanya yang cepat dan harganya yang masih terjangkau. Masalahnya, pemakaian jangka panjang dari obat ini memberikan banyak efek samping, mulai dari jerawat, kenaikan berat badan, osteoporosis, katarak, infeksi, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular. Karena itu EULAR 2023 menurunkan batas dosis rumatan prednison dari ≤7,5 mg/hari menjadi ≤5 mg/hari. Akan tetapi, data prospektif yang benar-benar mengukur toksisitas pada rentang dosis rendah ini masih sedikit.

Zhang dkk. dari Peking University First Hospital, Beijing mencoba menjawabnya melalui studi kohort prospektif. Sebanyak 302 pasien LES dari kohort STAR (Mei 2023 sampai Mei 2024) dipantau selama satu tahun. Toksisitas dinilai dengan Glucocorticoid Toxicity Index (GTI), dengan dua skor: Cumulative Worsening Score (CWS), yang hanya menghitung perburukan, dan Aggregate Improvement Score (AIS), yang menghitung perbaikan sekaligus perburukan. Pasien dikelompokkan berdasarkan rata-rata dosis prednison harian, dengan batas 7,5 mg, 5 mg, dan 2,5 mg.

Hasilnya, kelompok dengan dosis ≤7,5 mg/hari (n=223) punya toksisitas jauh lebih rendah dibanding kelompok >7,5 mg/hari (n=79). Median CWS-nya 0 berbanding 48, dan median AIS 0 berbanding 40 (keduanya p <0,001). Di dalam kelompok dosis rendah, pasien dengan dosis 5–7,5 mg/hari (n=52) juga menunjukkan CWS lebih tinggi dibandingkan kelompok ≤5 mg/hari (n=171), yaitu 10,5 berbanding 0 (p =0,002). Sementara itu, tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok ≤2,5 mg/hari dan 2,5–5 mg/hari. Analisis regresi kuantil memperlihatkan setiap kenaikan 1 mg/hari prednison diikuti kenaikan median CWS sebesar 3,33 poin dan median AIS sebesar 3,42 poin. Perburukan paling sering terjadi pada kepadatan tulang, disusul tekanan darah, lipid, dan infeksi. Bahkan pada dosis ≤2,5 mg/hari, sebagian pasien masih mengalami penurunan densitas tulang.

Beberapa hal yang perlu diingat saat membaca temuan ini. Studi dilakukan di satu pusat dengan masa pemantauan hanya satu tahun, penilaian GTI hanya dua kali, dan data dosis kumulatif tidak tersedia secara tepat. Kelompok ≤2,5 mg yang tidak berbeda dari 2,5–5 mg dapat dipengaruhi karena waktu pengamatan yang terlalu singkat, bukan karena kedua dosis itu sama amannya.

Dapat disimpulkan bahwa dosis prednison ≤5 mg/hari merupakan rentang yang “relatif lebih aman” pada terapi rumatan LES, sejalan dengan rekomendasi EULAR. Namun, tidak ada dosis yang benar-benar bebas toksisitas. Artinya, pemantauan tetap perlu dilakukan pada semua tingkat dosis, terutama densitas tulang, dan tujuan akhir terapi tetaplah menghentikan glukokortikoid bila kondisi klinis memungkinkan.

Referensi

Zhang, J., Gao, D., Fan, Y., & Zhang, Z. (2026). Prospective quantification of glucocorticoid toxicity across dosage ranges in systemic lupus erythematosus: Insights from the Glucocorticoid Toxicity Index. Rheumatology and Therapy, 13, 829–841.

Tinggalkan Balasan

Trending